Tampilkan postingan dengan label materi kelas X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi kelas X. Tampilkan semua postingan

Fungsi-Fungsi Menu Bar Microsoft Word 2010


Fungsi-fungsi dari menu File
Save                : Menyimpan dokumen ke media penyimpanan
Save As           :Menyimpan dokumen ke media penyimpanan dalam format lain
Open               : Membuka file dokumen yang telah disimpan
Close               : Mrenutup dokumen
Info                 : Untuk melihat detail dokumen
Recent             : Untuk membuka dokumen yang terakhir di buka
New                : Membuka dockument baru yang masih kosong
Print                : Mencetak dokumen dan mengatur kerja printer
Save & Send   : Menyimpan dan Mengirim dokumen melalui e-mail
Help                : Untukbantuan pertolongan apabila tidak mengetahui sesuatu
Option             : Untuk mengubah setting dalam Office word
Exit                 : Menutup program Ms. word

Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit (BAB VI)


Alhamdulilah,
yg sebelumnya kita telah membahas suhu,kalor dan pemuaian yg materi fisika kelas X
sekarang kita berada di semester genap, semester 2 kelas X, dan materi Kimia yang kita pelajari pertama adalahLarutan Elektrolit dan Nonelektrolit. Setelah itu kita lanjutkan membahas mengenaiReaksi Reduksi dan Oksidasi. Sudah siap belajar kan? Ok, saya mulai dengan pertanyaan : Apabila kalian memegang kabel yang teraliri oleh arus listrik yang terkelupas isolatornya apa yang terjadi? Kalian akan tersengat aliran listriknya kan? Mengapa hal itu terjadi? Semua itu disebabkan karena dalam tubuh manusia memiliki LARUTAN yang mampu menghantarkan arus listrik. Sekarang yang menjadi pokok pikiran adalah, apakah semua larutan mampu menghantarkan listrik? Inilah yang akan kita bahas dalam Materi Kimia Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit.


Sebagai bahan untuk menguji ada tidaknya daya hantar listrik kita menggunakan alat uji elektrolit yang dapat dirangkai sendiri : lampu, kabel, elektrode karbon, batrei. Perhatikan gambar :
 Larutan Elektrolit Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit | Materi Kimia SMA Kelas X Semester 2
(Secara lengkap dan detail akan saya jelaskan di postingan berikutnya)

Pengertian Larutan Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrikatau semua zat bila dilarutkan dalam air maka akan mengalami ionisasi dan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Pengertian Larutan Nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat mengantarkan arus listrik atau semua zat bila dilarutkan dalam air tidak mengalami ionisasi dan menghasilkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Secara sederhana Perbedaan Larutan Elektrolit dan nonelektrolit :
Larutan elektrolit : mengalami ionisasi, menghantarkan arus listrik
Larutan nonelektrolit : tidak mengalami ionisasi, tidak dapat menghantarkan arus listrik
Jenis larutan elektrolit – Khusus untuk larutan elektrolit terdiri dari 2 macam larutan, yaitu larutan elektrolit kuat dan lerutan elektrolit lemah :
Pengertian larutan elektrolit kuat adalah larutan elektrolit dimana zat yang larut dalam air mengalami proses ionisasi sempurna atau terionisasi sempurna dan menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang baik.
Pengertian larutan elektrolit lemah adalah larutan elektrolit dimana zat yang larut dalam air mengalami proses ionisasi sebagian atau terionisasi sebagian dan menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang buruk.

Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit | Materi Kimia SMA Kelas X Semester 2


Reaksi Ionisasi : reaksi yang terjadi dimana suatu senyawa menjadi ion-ion dari unsur penyusunnya.
Contoh :
NaCl(s) -> Na+(aq) + Cl-(aq) ; senyawa NaCl berubah menjadi ion unsur penyusunnya, Na+ dan Cl-
K2SO4 -> 2K+ + SO42-
Pengertian derajat ionisasi adalah hubungan secara kualitatif kuat lemahnya suatu elektrolit, nama lain derajat ionisasi adalah derajat disosiasi. Simbolnya ? (alfa)
Rumus derajat ionisasi atau rumus derajat disosiasi :
? = MT / MM
MT = jumlah mol zat yang terionisasi
MM = jumlah mol zat yang dilarutkan atau mula-mula
1. Elektrolit kuat mempunyai harga derajat ionisasi = 1
Contoh senyawa yang termasuk larutan elektrolit kuat = HCl, HBr, HI (ketiga larutan ini adalah larutan hidrogen halida), selain itu larutan hidroksida untuk golongan IA (NaOH, KOH, RbOH, CsOH), dan larutan hidroksida untuk golongan IIA yaitu Ca(OH)2, Sr(OH)2, Ba(OH)2
2. Elektrolit lemah mempunyai harga derajat disosiasi mendekati 0
Contoh larutan elektrolit lemah = asam asetat atau CH3COOH, amonium hidroksida NH4OH, H2CO3, asam nitrit atau HNO2, dan asam fosfat atau H3PO4
3. Larutan Nonelektrolit mempunya harga derajat ionisasi = 0
Contoh larutan nonelektrolit = larutan urea dan larutan glukos
baca juga:

SUHU KALOR DAN PEMUAIAN

A.      Suhu
Suhu merupakan derajat panas suatu benda yang diukur menggunakan termometer.
Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan termometer zat cair dan pada umumnya menggunakan raksa atau alkohol.
Menentukan kesetaraan skala Termometer

  1. Temperature
Temperature is the degree of heat an object is measured using a thermometer. In everyday life we use a thermometer liquid and typically use mercury or alcohol. Determining
equivalence scale thermometer

 
Macam macam Termometer
a.      Termometer air raksa
Air raksa membeku pada -40° C dan mendidih pada 360° , maka termometer air raksa hanya dapat dipakai untuk mengukur suhu-suhu diantara interval tersebut.
b.      Termometer alkohol
Untuk suhu-suhu lebih rendah dapat dipakai alcohol (Titik beku - 130° C ) dan pentana (Titik beku - 200° C )sebagai zat cairnya.
c.       Termoelemen
Alat ini bekerja atas dasarnya timbulnya gaya gerak listrik dari dua buah sambungan logam bila sambungan tersebut berubah suhunya.
d.      Pirometer Optik
Alat ini dapat dipakai untuk mengatur temperatur yang sangat tinggi.
e.      Termometer maksimum
Adalah termometer yang dipakai untuk menentukan suhu yang tertinggi atau terendah dalam suatu waktu tertentu.
f.        Termostat
Alat ini dipakai untuk mendapatkan suhu yang tetap dalam suatu ruangan.
g.      Termometer diferensial.
Dipakai untuk menentukan selisih suhu antara dua tempat yang berdekatan.

Kinds of thermometer
  1. Mercury thermometer
Mercury freezes at -40 ° C and boils at 360 °, then the mercury thermometers can only be used to measure temperatures between these intervals.
  1. Alcohol thermometer
For temperatures lower alcohol can be used (freezing point - 130 ° C) and pentane (freezing point - 200 ° C) as a liquid substance.
  1. Termoelemen
It works on basically the emergence of electromotive force of the two metal connections when the connection is changing its temperature.
  1. Pirometer Optics
This tool can be used to set a very high temperature.
  1. Maximum thermometer
Thermometer is used to determine the temperature of the highest or lowest in a certain time.
  1. Thermostat
This tool is used to obtain a fixed temperature in a room.
  1. Thermometer differential.
Used to determine the temperature difference between two adjacent places.

B.      Kalor
·         Sifat Termal zat ialah : bahwa setiap zat yang menerima ataupun melepaskan kalor,maka zat tersebut akan mengalami :
-          Perubahan suhu / temperature / derajat panas
-          Perubahan panjang ataupun perubahan volume zat tersebut
-          Perubahan wujud

  1. Heat
  • Thermal properties of matter is this: that any substance that receive or release the heat, then the substance will experience:
    • Changes in temperature / temperature / degree of heat
    • Change in length or volume changes in substance
    • Change form

1)     Kalor Jenis
c = Specific heat of (cal / g ° C, J / kg ° K)
Q = amount of heat (cal, joule)
m = mass (kg)
 = Change in temperature (° C, ° K)
Heat Type

         c = kalor jenis (kal/gr° C,J/kg° K) Q = jumlah kalor (kal,Joule)
                                      m = massa (kg)
                                      = perubahan suhu (°C,°K)

2)     Kapasitas kalor
Bilangan yang menunjukan jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikan suhu tiap satu-satuan suhu
Heat capacity
Numbers that show the amount of heat needed to raise the temperature of each one-unit temperature

                C = kapasitas kalor (panas) (kal/°C,J/ ° K)
                                            C = Specific heat capacity (heat) (cal / ° C, J / ° K)

3)     Kalor Laten
Bilangan yang menunjukan jumlah kalor yang dibutuhkan untuk merubah wujud suatu zat tiap satu-satuan massa
Latent Heat
Numbers that show the amount of heat required to change the form of a substance per one-unit mass
L = kalor laten (kal/gr,J/kg)
m= massa yang berubah wujud (kg)
Q = kalor (panas)

 
      


4)     Azaz Black
Jika benda A melepas kalor pada benda B maka:
If the object A release heat on body B then:

Qdilepas A = Qdiserap B


·         Kesetaraan antara satuan kalor dan satuan energi.
Kesetaraan satuan kalor dan energi mekanik ini maka ditentukan oleh “PERCOBAAN JOULE”
  • Equality between the unit and the unit of heat energy.
Equality unit of heat and mechanical energy is then determined by the "EXPERIMENT Joule"
1 kalori = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kal
 
                                                        Atau
                                                                                                                            
Harga perbandingan diatas disebut “TARA KALOR MAGNETIK”
Price comparison above is called "MAGNETIC HEAT TARA"
C.       Pemuaian
Pada umumnya benda akan memuai jika suhunya naik.
  1. Expansion
In general, it will expand when the temperature rises.

1.       Muai panjang.
Long expansion.
∆f=ℓ₀α∆t
ℓt = ℓ₀(1+α.∆t)
                                              

2.  Muai luas
Large expansion
∆A = A₀β.∆t
At =A₀(1+β.∆t)
 
                                               β=2α
3.       Muai volum
Volume expansion
∆V=V₀.γ.∆t
Vt= V₀(1+γ.∆t)
 
                                                                             γ =3α

4.       Pemuaian pada gas
a.Hukum Charles atau Hukum gay Lussac
“bila tekanan gas tetap maka volume gas berbanding lurus dengan suhunya”
Expansion of the gas
a.Hukum Charles or Gay Lussac Law
"When the gas pressure remains the volume of gas is directly proportional to the temperature"
               b.Hukum Boyle
“Gas yang massanya tertentu pada suhu tetap hasil perkalian antara tekanan dengan volume gas adalah tetap”
"Gas is a certain mass at fixed temperature product of the pressure with the volume of gas is fixed"
                                                                             P1V1= P2V2
c.       Persamaan keadaan gas (hokum Boyle- Gay Lussac)
Persamaan keadaan gas (hokum Boyle- Gay Lussac) Equation of state of gas (Boyle's law Gay-Lussac)


                                                                                      
5.       Anomali air
Tidak seperti zat lain yang memuai jika suhunya bertambah,air pada suhu 0° C – 4 °C akan menyusut jika dipanaskan dan mempunyai volume minimum pada suhu 4°C zat lain yang memiliki sifat anomalin ini adalah paraffin dan bismuth
Anomaly of water
Unlike other substances that expand when the temperature increases, the water at a temperature of 0 ° C - 4 ° C will shrink when heated and has a minimum volume at a temperature of 4 ° C other substances that have properties are anomalin paraffin and bismuth

Kuantifikasi Suhu:
Sebuah teko listrik 400 watt/220 Volt digunakan untuk memanaskan 1 kg air yang
kalor jenisnya 4200 J/kg °C pada suhu 20 °C. Berapakah suhu air setelah dipanaskan
selama 2 menit?
Diketahui: P = 400 W, V = 220 V
t = 2 menit = 120 S
m = 1 kg
c = 4200 J/kg °C
To = 20 °C
Ditanyakan: suhu akhir air, T = .......
Jawab: P . t = m . c . ∆T =
∆T = P. t
m . c
∆T = 400 .120
1. 4200
∆T = 11,43 °C
Suhu akhir T adalah:
T = To + ∆T
= 20 °C + 11, 43 °C
T = 31,43 °C
An electric kettle 400 volts watt/220 used to heat 1 kg of water type heat 4200 J / kg ° C at a temperature of 20 ° C What is the temperature of the water after heated
for 2 minutes?
Given: P = 400 W, V = 220 V
t = 2 min = 120 S
m = 1 kg
c = 4200 J / kg ° C
To = 20 ° C
Asked: final temperature of water, T = .......
Answer: P.. t = m. c. ∆T =
∆T = P. ΔT = P. t
m. c
ΔT = 400 .120
1.4200
ΔT = 11.43 ° C
The final temperature T is:
T = To + ∆T
= 20 °C + 11, 43 °C
T = 31,43 °C

Kuantifikasi Kalor:
Permukaan dalam suatu dinding rumah dijaga bersuhu tetap 20 oC pada suhu udara luar adalah 10 oC .Berapa banyak kalor yang hilang karena konveksi alami pada dinding yang berukuran 8 m x 4 m selama sehari ? Anggap koefisien konveksi rata-rata 3,5 J s-1 m-2 K-1.
Jawab :
Beda suhu :
ΔT  = T – T
ΔT = 20 oC – 10o C
ΔT = 10 K
Luas permukaan dinding = A = (8 m) (4 m) = 32 m2
Selang waktu = t = 24 jam = 24 x 3.600 s = 86.400 s
Banyaknya kalor Q yang hilang (keluar dari rumah) karena konveksi alami dapat dihitung dengan rumus:
Q/t = H = kA ∆T/d
Q = kA ΔT.t = (3.5 Js-1 m-2 K-1)(32 m2)(10 K)(86.400s) = 9.68 x 107J
Quantification of Heat:
Surface in a wall temperature is maintained fixed at 20 oC the outside air temperature is 10 oC. How much heat is lost through natural convection wall measuring 8 mx 4 m during the dayAssume convection coefficient on average 3.5 J s-1 m-2 K-1.
Answer:
Different temperatures:
ΔT = T - T
ΔT = 20 oC - 10o C
ΔT = 10 K
Wall surface area = A = (8 m) (4 m) = 32 m2
Time interval = t = 24 hours = 24 x 3600 s = 86,400 s
The number of heat Q is missing (out of the house) because natural convection can be calculated with the formula:
Q / t = H = kA ΔT / d
Q = kA ΔT.t = (3.5 Js-1 m-2 K-1) (32 m2) (10 K) (86.400s) = 9.68 x 107J

Kuantifikasi termometer
Termometer X memakai skala 40 (derajat) untuk titik beku air pada tekanan 1 atm dan 220(derajat) untuk titik didih air pada tekanan 1 atm. Jika suatu zat mempunyai suhu 30(deraja) C, maka termometer X menunjukan skala...
Jawab:
(C - T be C) : (X - T be X)=(T di C - T be C) : ( T di X - T be X)
(30 - 0 ) : (X - 40) = (100 - 0) : (220 - 40) => kali silang
(X - 40) x 100 = 30 x (220 -40)
100X - 4000 = 5400
100X = 5400 + 4000
100X = 9400
X = 94° X